Selasa, 27 November 2012

3 Topologi jaringan yg sering digunakan


Perubahan tertunda ditampilkan di halaman ini
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 3 kategori utama seperti di bawah ini.
§  Topologi bintang
§  Topologi cincin
§  Topologi bus

Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, namun kita tak menyadarinya. Topologi pertama yang digunakan adalah topologi bus. Semua Topologi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Topologi bintang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf1/skins/common/images/magnify-clip.png
Topologi bintangg merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

Kelebihan
§  Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
§  Tingkat keamanan termasuk tinggi.
§  Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
§  Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
§  Akses Kontrol terpusat.
§  Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
§  Paling fleksibel.
§   
Kekurangan
§  Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
§  Boros dalam pemakaian kabel.
§  HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
§  Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
§  Jaringan tergantung pada terminal pusat.
§  Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
§  Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.
§  Gambar susah.

Topologi cincin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

Kelebihan
§  Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
§  Memiliki performa yang lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
§  Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
§  Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
§  Hemat kabel
§  Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
[sunting]
Kelemahan
§  Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
§  Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
§  Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
§  Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbahng Topologi bintang
§  Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
§  Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles

Topologi bus
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Keunggulan dan kelemahan
§  Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
§  Hemat kabel.
§  Layout kabel sederhana.
§  Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
§  Kepadatan pada jalur lalu lintas.
§  Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

Cegah Anak Idiot

JAKARTA - Deteksi dini pada bayi dapat mencegah terjadinya keterbelakangan mental seperti idiot yang disebabkan gangguan Hipotiroid Kongenital. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau para orang tua melakukan ‘screening’ (pemeriksaan) segera setelah bayi dilahirkan.

"Secara nasional, pemerintah tidak menyubsidi screening ini, tapi akan dipacu agar ini menjadi kebutuhan," kata Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Dr Budihardja dalam Seminar "Skrining Bayi Baru Lahir untuk Mencegah Keterbelakangan Mental" di Jakarta, Rabu.

Pentingnya melakukan skrining itu disebut Budihardja karena gangguan Hipotiroid Kongenital yang dapat menyebabkan anak mengalami keterbelakangan mental dan menjadi idiot dapat dicegah dengan pengobatan yang sesuai.

Berdasarkan telaah rekam medis tahun 1995 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terhadap 134 anak, lebih dari 70% penderita didiagnosis setelah umur satu tahun dan hanya 2,3% dapat dideteksi di bawah tiga bulan.

Sekretaris Unit Kelompok Koordinasi (UKK) Perinatologi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Indra Sugiarno menyebut adanya hasil penelitian bahwa anak penderita gangguan Hipotiroid Kongenital memiliki rata-rata angka Intelligence Quotient (IQ) sebesar 76.

Namun, jika dapat didiagnosis dalam usia 0-3 bulan dan diobati, persentase anak yang memiliki IQ di atas 85 meningkat menjadi 78%. Jika didiagnosis pada usia 3-6 bulan, persentasenya menurun hingga 19%. Bila didiagnosis pada umur lebih dari tujuh bulan, dinilai sudah terlambat dan tidak ada anak yang memiliki IQ di atas 85.

"Deteksi dini sebaiknya dilakukan sebelum bayi berumur dua minggu, sebelum muncul gejala. Kalau ada gejala berarti sudah telat, dapat dikoreksi tapi tidak maksimal," ujar Indra.

Ia menyebut di negara-negara maju, skrining bagi keterbelakangan mental sejak bayi itu telah menjadi suatu hal yang umum karena banyak pemeriksaan yang tercakup dalam asuransi kesehatan orang tua. Sedangkan di Indonesia, salah satu kendalanya adalah masih mahalnya biaya pemeriksaan dan asuransi belum mengkover jenis layanan itu.

"Kalau memeriksa sendiri ke laboratorium, harganya memang mahal, sekitar 150-200 ribu, tapi jika dilakukan pemeriksaan secara masal, harganya bisa lebih murah, bisa jadi hanya Rp35 ribu perorang," ujarnya.

Sayangnya, hanya dua rumah sakit di Indonesia yang memiliki alat yang dapat melakukan skrining tersebut secara masal yakni RSCM dan RSHS sedangkan jika dilakukan di laboratorium swasta tidak bisa secara massal. (tk/ant)